Friday, September 28, 2007

DUA SYARAT SELAMAT

Apakah kita sudah selamat?

Biasanya kita akan tau jawabannya kalo kita bertanya pada diri sendiri apakah Tuhan Yesus sudah menyelamatkan kita alias apakah kita sudah percaya Yesus dan menjadikanNya Jurus selamat kita?

Jadi itu syaratnya. Bukan perbuatan baik. Bukan amal. Bukan usaha kita. Tapi kasih karunia Yesus.

Tapi ternyata, saya menemukan ada lagi syarat untuk kita bisa selamat selain percaya pada Yesus! Oh my God!

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” (1 Yohanes 3:14).

Tuhan sudah menyelamatkan kita, memindahkan kita dari alam maut ke dalam hidup yang kekal. Tapi ternyata, kalo kita nggak mengasihi, kita belum selamat! Wah, serem nih! Ketika kita jadi anggota keluarga Allah (Efesus 2:19), kita harusnya jadi orang yang nggak lagi memilih-milih orang yang pantas untuk dikasihi, tapi menjadi orang yang memiliki kasih yang bebas dan tidak bersyarat.

So, kalo kita nggak mengasihi orang lain, dan kalo kita cuma peduli diri sendiri, kita harusnya bertanya-tanya apakah Kristus benar-benar tinggal dalam hidup kita? Hati yang diubahkan oleh Tuhan adalah hati yang mengasihi.

Kalo ada yang nanya, apakah kita udah yakin ‘selamat’ karena Yesus menebus kita? Kita harus tanyakan pada diri sendiri: ‘apakah saya mengasihi orang lainnya?’ Kalau nggak ada buah, kita harus meragukan apakah ada akarnya!

Oh, Tuhan ajar aku mengasihi orang lain lebih sempurna lagi. Plizz.

0 KOMENTAR: